Jumat, 17 April 2015

Edisi Curhat Part I


MIMPI TETAP BERJALAN TANPA HARUS MENGESAMPINGKAN KEWAJIBAN

            Bagaimana rasanya jika kita bertemu dengan seseorang yang kita kagumi atau bahkan kita cintai diam-diam?. Canggung.  Satu kata yang cukup mewakili perasaanku malam ini. Hampir satu tahun aku tidak lagi bermain dengan keyboard untuk mengabadikan kisah nyata maupun fiksiku. Novel-novel yang berderet rapi di rak buku yang bersandar angkuh di sudut kamarku yang dulunya selalu menjadi motivasi dan inspirasiku untuk menulis kini terlihat lebih mirip seperti barang antik yang sengaja dipamerkan. Semenjak memutuskan untuk mengambil jurusan hukum setelah berkali-kali gagal menembus dinding tebal untuk dapat masuk jurusan yang lebih ku inginkan “sastra”. Tapi apa boleh buat, life must go on. Segalanya terasa berbeda dan mendadak ada ombak besar yang membuatku terdampar di sebuah pulau .
            Pengorbanan finansial dari kedua orang tuaku yang akhirnya memaksaku untuk tetap melanjutkan langkah untuk berkuliah di jurusan yang kata sebagian sahabatku sama sekali bukan diriku. Berputar menjadi orang lain sampai pada akhirnya menjadi diri sendiri, mungkin hal ini yang sedang akan aku alami. Semester pertama, aku lalui dengan segala ketidakmungkinan yang aku paksakan menjadi mungkin. Uang jajan yang setiap bulannya selalu datang dengan teratur terasa seperti sayur tanpa garam “HAMBAR”. Berbanding terbalik dengan masa-masa SMA yang setiap minggunya aku masih mampu menyisihkan uang jajanku untuk memuaskan hasratku berbelanja buku atau novel-novel dari penulis kesayanganku. Saat ini tidak lagi, buku-buku tentang hukum yang mau tidak mau menjadi koleksi wajibku. Seperti manusia yang tengah berada di persimpangan jalan bahkan setelah ujian akhir semester sempat terbesit untuk mundur dan tidak lagi melanjutkan kuliahku. Rasanya lelah, rasanya selalu ingin marah, ketika kita harus menjalani apa yag bukan diri kita, ketika kita harus melakukan hal yang tidak kita cintai. Namun, segalanya urung kulakukan. Aku harus bisa menjalankan keduanya. Kewajibanku untuk kuliah dan membanggakan orang tua yang sudah banyak berkorban tenaga, waktu, materi, dan segalanya. Dan yang kedua, menjalani kembali passionku. Misiku selanjutnya adalah kembali menulis. I’m back guys. Let see the real me. J :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar