MIMPI
TETAP BERJALAN TANPA HARUS MENGESAMPINGKAN KEWAJIBAN
Bagaimana rasanya jika kita bertemu
dengan seseorang yang kita kagumi atau bahkan kita cintai diam-diam?.
Canggung. Satu kata yang cukup mewakili
perasaanku malam ini. Hampir satu tahun aku tidak lagi bermain dengan keyboard
untuk mengabadikan kisah nyata maupun fiksiku. Novel-novel yang berderet rapi
di rak buku yang bersandar angkuh di sudut kamarku yang dulunya selalu menjadi
motivasi dan inspirasiku untuk menulis kini terlihat lebih mirip seperti barang
antik yang sengaja dipamerkan. Semenjak memutuskan untuk mengambil jurusan
hukum setelah berkali-kali gagal menembus dinding tebal untuk dapat masuk
jurusan yang lebih ku inginkan “sastra”. Tapi apa boleh buat, life must go on. Segalanya terasa
berbeda dan mendadak ada ombak besar yang membuatku terdampar di sebuah pulau .
Pengorbanan finansial dari kedua
orang tuaku yang akhirnya memaksaku untuk tetap melanjutkan langkah untuk
berkuliah di jurusan yang kata sebagian sahabatku sama sekali bukan diriku.
Berputar menjadi orang lain sampai pada akhirnya menjadi diri sendiri, mungkin
hal ini yang sedang akan aku alami. Semester pertama, aku lalui dengan segala
ketidakmungkinan yang aku paksakan menjadi mungkin. Uang jajan yang setiap
bulannya selalu datang dengan teratur terasa seperti sayur tanpa garam
“HAMBAR”. Berbanding terbalik dengan masa-masa SMA yang setiap minggunya aku
masih mampu menyisihkan uang jajanku untuk memuaskan hasratku berbelanja buku
atau novel-novel dari penulis kesayanganku. Saat ini tidak lagi, buku-buku
tentang hukum yang mau tidak mau menjadi koleksi wajibku. Seperti manusia yang
tengah berada di persimpangan jalan bahkan setelah ujian akhir semester sempat
terbesit untuk mundur dan tidak lagi melanjutkan kuliahku. Rasanya lelah,
rasanya selalu ingin marah, ketika kita harus menjalani apa yag bukan diri
kita, ketika kita harus melakukan hal yang tidak kita cintai. Namun, segalanya
urung kulakukan. Aku harus bisa menjalankan keduanya. Kewajibanku untuk kuliah
dan membanggakan orang tua yang sudah banyak berkorban tenaga, waktu, materi,
dan segalanya. Dan yang kedua, menjalani kembali passionku. Misiku selanjutnya
adalah kembali menulis. I’m back guys.
Let see the real me. J :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar