Minggu, 19 Juni 2016

LETS BE EASY GOING

KECEWA????? PASTI. MARAH????? TIDAK LAGI, UNTUK APA MEMBUANG WAKTU DAN MENGHABISKAN EMOSI HANYA UNTUK ORANG YANG SAMA SEKALI BELUM MEMBERIKAN EFEK BAIK APAPUN DALAM HIDUP KITA.

Minggu, 22 Mei 2016

TIDAK PENTING BAGI KALIAN, NAMUN SANGAT BERARTI BAGI SAYA.........

    Rasanya mimpi yang sempat hilang di hari kemarin hari ini telah benar-benar kembali. Bagaimana tidak,  hobby menulis yang sempat benar-benar fakum kini mulai menjadi sebuah hal yang menjadi keharusan lagi.  Lomba menulis cerpen beberapa hari yang lalu membuatku tergerak untuk menulis kembali. Meski awalnya terasa anaeh dan canggung untuk memulai sesuatu yang sudah lama tidak tersentuh tapi aku bersyukur bahwa bakat kecil itu masih berfungsi dengan cukup baik.
    Mendapatkan posisi pertama mungkin menjadi impian bagi setiap orang, namun posisi runner up saja sudah sangat membuat  seorang yang baru kembali memulai sepertiku bersyukur. Sosok yang barangkali dipandang sebelah mata  mungkin membuat kalian tidak cukup berbangga bahkan untuk sekedar mengeluarkan kata "SELAMAT" dari mulut kalia. Tapi tak apa. Itu takkan berarti apapun. yang terpenting saat ini adalah memulai lagi. Selama itu tidak mengganggu dan merugikan kalian aku rasa sudah cukup untuk menjadi alasan untuk tetap melakukannya saja. Make your dreams come true.

Senin, 09 Mei 2016

TERIMA KASIH SUDAH BERTANYA.......

     Saat aku kecil dan belum beranjak dewasa banyak orang yang bertanya tentang, "apa impianmu?". Dan ketika aku benar-benar beranjak dewasa orang-orang itu kembali bertanya apa impianku masih  sama atau perlahan sudah hilang?.
      Tetap berpegang pada sebuah impian bukanlah hal yang mudah, ketika menghadapi realitas, menempuh jalan yang panjang, kita bisa saja terpental terlampau jauh dari impian yang ingin kita raih. Dan bahkan mungkin bisa saja benar-benar menghilang. Sampai suatu ketika aku benar-benar sampai pada sebuah titik dimana aku bahkan tak ingat lagi apa impianku, dan bagaimana cara memulainya lagi setiap ada kesempatan yang datang?. Tetapi, sebelum aku benar-benar lupa akan impianku, aku ingin berterima kasih banyak pada semua orang yang selalu kembali menanyakan tentang  "apa impianku?" sepanjang aku beranjak dewasa.
        Terima kasih telah berbaik hati untuk senantiasa mengingatkan.






Rabu, 20 April 2016

SELAMAT HARI KARTINI

Mungkin bisa dibilang tidak banyak yang saya tahu tentang kartini. Tapi sebagai salah satu kawula muda khususnya sebagai seorang wanita tentu turut berbangga indonesia punya sosok wanita inspiratif yang begitu harum namanya.
Meskipun saya sadar, wanita tetaplah wanita yang pada dasarnya nanti adalah sebagai ibu rumah tangga yang bisa dibilang mengabdikan sepenuh hidupnya bagi keluarga. Tapi kalimat dari Raden Ajeng Kartini ini bisa dibilang cukup megilhami saya dan semoga memberikan pencerahan bagi kawula muda di era global seperti ini.
" Dan siapakah yang lebih banyak dapat memajukan kecerdasan budi itu. Siapakah yang dapat membantu mempertinggi derajat budi manusia, ialah wanita, karena haribaan ibu itulah manusia mendapatkan didikannya yang mula-mula sekali."

Selasa, 22 Maret 2016

Zombie.

      Banyak ide yang uda muter-muter di kepala seminggu terakhir ini. mau ngepost sinopsis tapi banyak file yang ilang. Tiap hari kuliah pagi, di kelas makin jarang bener-bener bisa fokus, bawaannya pengen pulang mulu. Lengkap sudah. dan lagi-lagi ide-ide yang uda masuk di otak nggak pernah bisa nyempetin buat dituangin dalam tulisan. Rasanya pengen bener-bener istirahat. Tugas satu per satu uda mulai kelar. Dari mulai tugas yang nyeremin di mata kuliah HAK KEKAYAAN DAN INTELEKTUAL yang ngerjainnya super duper kilat. HUKUM EKONOMI INTERNASIONAL yang harus dibela-belain begadang cuma gara-gara nungguin lampu nyala gara-gara pemadaman listrik bergilir. dan yang terakhir HUKUM PERJANJIAN INTERNASIONAL yang syukurlah akhirnya kelar juga. Tapi belum sempet bernafas lega hari ini uda dikasih tugas lagi. resiko jadi mahasiswa. kuliah nggak sesimpel yang dibayangin sih.....
     Bener-bener rasanya bermutasi jadi zombie.

Senin, 14 Maret 2016

SISI KELAM DI JANTUNG KOTA PAHLAWAN


            Kata sebagian orang cinta itu tidak pernah salah. Mungkin kalimatitu juga berlaku untuk cinta sesame jenis (Lesbian). Sebut saja namanya Alexa, aku mengenalnya saat aku masih bekerja disalah satu perusahaan roti ternama di Surabaya. Perkenalanku berawal saat gadis yang menurutku memiliki paras yang cukup cantik ini menjadi karyawan baru di divisi yang sama denganku saat itu. Dalam penglihatanku Alexa terlihat seperti gadis pada umumnya, hanya saja penampilannya yang sedikit tomboy saja. Dan penampilan seperti itu tentu saja sama sekali wajar di era yang seperti ini. Perempuan bertingkah seperti laki-laki begitupula sebaliknya, laki-laki yang bertingkah seperti perempuan.
            Berawal dari sebuah percakapan kecil saat kami sedang makan siang di sebuah kantin yang sengaja disiapkan khusus untuk para karyawan perusahaan.
“Hey fir, uda pesen makanan? Kalau belum mau sekalian aku pesenin?” ujar Alexa yang tiba-tiba muncul di hadapanku.
“Ngagetin aja lex, udahlah.” Jawabku sedikit kaget karena kedatangan Alexa yang terkesan tiba-tiba. Alexapun segera meninggalkanku dan bergegas untuk memesan makan siangnya namun tak lama kemudian dia sudah kembali duduk dengan sepiring nasi padang di tangannya.
“Fir, gabung yaa” ujarnya lagi kepadaku  aku hanya menjawabnya dengan anggukan .
“Eh fir kamu kenal nggak sama karyawan yang duduk di sebelah sana itu?” Tanya Alexa  tiba-tiba sambil melirik salah satu meja makan di ujung kantin ini. Aku yang sedari tadi mengikuti kemana arah matanya memandang langsung mengerti siapa orang yang dimaksud oleh Alexa.
“Ooooohhh si indah?” jawabku seadanya dan belum mengerti kemana arah pembicaraan Alexa yang sebenarnya.
“Manis banget yaa,,,,” pujinya.
Aku masih sibuk dengan makananku namun sedikit merasa terganggu dengan pujian Alexa dan disergap rasa aneh dengan tingkah lakunya yang tiba-tiba melontarkan pujian yang sebenarnya lumrah saja dilakukan seorang perempuan kepada sesama jenisnya yang emiliki penampilan menarik. Namun, aku menangkap sesuatu yang berbeda di mata Alexa saat sesekali memandangi wajah salah satu karyawan bernama Indah yang meurutku memiliki penampilan menarik dan paras yang begitu cantik serta terkesan sangat feminine untuk sekelas karyawan perusahaan swasta seperti ini.
            Entah bagaimana awalnya setelah percakapan kecil itu setiap harinya aku seringkali menangkap basah Alexa memberikan perhatian-perhatian kecil dan perlakuan manis kepada Indah. Perasaan-perasaan aneh semakin bermunculan di benakku melihat kedekatan Alexa dan Indah yang mulai mengganggu penglihatanku. Karena untuk kedekatan sesama  jenis menurutku itu terlalu berlebihan. Sampai suatu ketika saat aku mendapat shift malam aku tak sengaja melihat Alexa tengah mencium Indah di parkiran perusahaan.  Entahlah saat itu juga ada perasaan jijik, aneh, bahkan canggung melihat hal seperti itu.
            Sejak saat itu aku mulai berspekulasi dan berkutat dengan pikiranku sendiri. Sampai suatu ketika Alexa mulai bertanya lagi kepadaku tentang sikapku yang berubah dan seakan-akan menjaga jarak dengannya. Karena bagaimanapun hal-hal seperti itu sangat-sangatlah asing dan jauh berbeda dengan kehidupanku di kota kecil sekaligus bisa dibilang pedesaan yang masih terlampau kental dengan norma-norma dan adat istiadat yang berbanding terbalik dengan kota metropolitan sekelas Surabaya. Sampai pada akhirnya Alexa menyadari alasanku menjaga jarak dengannya dan dia mulai menceritakan segalanya.
            Alexa menceritakan alasannya mengapa seorang gadis yang aku piker begitu baik dan sama saja dengan gadis dan karyawan-karyawan lainnya di perusahaan ini. Kurangnya perhatian dan sikap kasar dari sang ayah kepada ibunya menjadi pemicu mengapa ia memutuskan untuk menjadi seorang ‘Butchy’ (Laki-laki dalam lesbian) karena ia ingin menjdi laki-laki yang baik bagi pasangannya. Tidak seperti sang ayah yang begtu kasar pada ibunya. Dia mengenal sosok Indah justru bukan dari aku. Namun cerita dari para temannya di komunitas lesbian yang tidak pernah akau tahu sebelumnya yang ternyata sudah cukup menjamur di Surabaya.
            Surabaya yang dikenal sebagai kota pahlawan dengan ceritanya yang melegenda dan cerita kelam serta pergaulan bebas yang juga tak lekang dimakan zaman. Ironis memang. Yang membuatku terkejut tak hanya cerita Alexa tentang kehidupannya sebagai seorang ‘Butchy’ namun juga indah yang  telah lebih dulu terjun sebagai seorang ‘Femme’ (Perempuan dalam lesbian) dan juga seperti yang telah dituturkan oleh Alexa Indah juga tergabung dalam sebuah komunitas lesbian di kota pahlawan. Indah juga tentunya memiliki alasan dan kisah yang tak kalah tragis seperti Alexa .
            Dari cerita yang kudengar dari Alexa aku merasa diriku terpental begitu jauh dari garis hidup yang kujalani selama ini. Bagaimana tidak, hidup di kota besar sekelas Surabaya yang ternyata memiliki realita yang berbanding terbalik dengan kehidupanku yang normal dan biasa-biasa saja di kampung halamanku. Disini, individualism begitu kental terasa, hingga permasalahan-permasalahan keluarga yang begitu kompleks dibandingkan di sebuah desa. Hidup beriringan dengan hal-hal seperti lesbian, homo, kehidupan malam yang penuh hingar binger memaksaku untuk mau tidak mau hidup brdampingan bersama sisi kelam Surabaya.
            Setelah cerita pelik tentang Alexa dan kehidupan lesbiannya kami masih berteman dengan cukup baik meskipun dengan sisi lain yang dimiliki olehnya. Bahkan hingga saat ini aku masih tak habis pikir Alexa masih sering meminta nasihatku. Yang paling mengejutkan bahwa sesungguhnya Alexa ingin keluar dari kubangan menjadi seorang lesbian tersebut. Namun barangkali seperti pada umumnya untuk meninggalkan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan bahkan rutinitas akan cenderung sulit untuk mengakhirinya. Berkali-kali aku mencoba mengenalkannya dengan teman-teman lelaki yang aku kenal. Namun tetap saja hingga saat ini yang aku tahu Alexa tetap menjadi seorang lesbian.
“Lexa, sebagai temen mungkin aku nggak tahu apa-apa tentang kamu dan kehidupan kamu aku sudah coba bantu kamu  tapi semuanya balik lagi ke kamu karena yang bisa ngerubah  semuanya adalah diri kamu sendiri “ pesanku pada Alexa.
            Saat itu juga mata Alexa terlihat berkaca-kaca seraya membuka kedua tangannya bersiap untuk memelukku. Aku kaget namun  untuk terakhir kalinya aku menyambut pelukan itu bukan sebagai  seorang kesbian tapi sebagai seorang sahabat. Memang tidak ada agama yang membenarkan hal tersebut. Namun Alexa telah mengajarkanku banyak hal tentang persahabatan, cara menghargai dan tidak egois untuk hidup berdampingan dengan sisi-sisi kelam kahidupan metropolitan. Pesan itu menjadi pesan terakhirku untuknya sebelum aku mengundurkan diri dari tempat kerjaku itu. Karena kontrak kerjaku yang sudah waktunya untuk diakhiri.

            Alexa  tetaplah Alexa gadis biasa dengan sisi lain yang tidak banyak orang bisa menerima dan memahaminya . menyalahi kodratnya sebagai seorang wanita tentu tidak bisa disebut sebagai pilihan. Tapi keadaan yang telah membentuknya. Seiring  berjalannya waktu kami masih sering berkomunikasi meski hanya sekedar menanyakan kabar dan bertukar pengalaman . dan tetap menjadi teman yang baik bagi satu sama lain. Harapanku untuk alexa tetap sama menjadi seorang wanita yang mencintai lelaki seutuhnya dan tidak lagi menyalahi kodratnya.

Rabu, 09 Maret 2016

NGEBLOG DAN PEMULIHAN JIWA

Hari ini rencananya mau post cerpen yang kemarin uda diceritain ditulisanku yang sebelumnya. mumpung ada wifi gratis  siiihhh hahaha tapi terpaksa belum bisa post karena kelupaan nggak bawa file, eiiiitsss tapi tenang aja bakalan tetep aku post kok. Hari ini pengen ceritain sedikit kenapa akhir-akhir ini jadi pengen rutin ngeblog. Jadi mahasiswa fakultas hukum semester 4 ternyata uda lumayan bikin jadi manusia yang abnormal. Bukan cuma tugas, dosen yamg kadang-kadang terlalu killer juga bisa bikin lumayan empet. ngeblog rasanya bisa jadi salah satu bentuk pemulihan jiwa tersendiri buat aku. Tiap nulis hal-hal yang sekalipun GJ  tapi bisa bikin kita lupa sejenak sama rutinitas dan permasalahan yang ada. Mulai dari bapak yang ada dan tiada, tentang rasa kangen yang nggak ketahan sama keluarga, tugas bejibun, dosen killer, masalah sama temen, apapun itu semuanya jadi berasa plong aja kalau uda ditulis disini.
Banyak sih yang bilang khususnya sahabat-sahabatku kalau aku ini pengkhayal ulung, dan nggak jarang dibilang sastrawan gagal. Yaaaa sorry dory strawberry aja yaaa meskipun kadang-kadang aku ngepost beberapa sajak atau puisi-puisi karyaku yang aku pikir bagus tapi ternyata nggak hhhhh yang nggak jarang juga bisa nyiksa para pembaca yang yaaa barangkali mau mampirlah di markasku yang satu ini.
see yaa....... :)

Rabu, 02 Maret 2016

SISI KELAM DI JANTUNG KOTA PAHLAWAN (Behind The Scene)

Haaahhaaaaiiiiii pengen ketawa liat judul di atas. Btw, itu judul cerpen terbaruku yang mungkin untuk pertama kalinya nanti bakalan aku post di markas rahasiaku yang satu ini. FYI  cerpen ini inspirasinya dateng ga jauh2 dari kamar kostku sendiri. Yaps, mbak grenda temen sekamarku yang punya segudang pengalaman yang menarik buat digali dan diceritakan, uda lama banget nggak bikin cerpen lagi dan jujur buat mulai lagi rasanyaaaa hmmmm jangan ditanya MALES BANGET. Tapi mau nggak mau harus tetep bikin sih karena ini tuntutan buat tugas sahabat sekamarku yang satu ini. Jurusannya Sosiologi tapi tugasnya disuruh bikin cerpen, aneh sih, tapi nggak masalah. ada berkah di balik itu semua karena aku bakalan mulai buat nulis cerpen lagi.


FYI lagi ni guys, this is a true story. ini pengalaman di dapetnya sekitar yaaa 2 atau 3 tahun yang lalu saat sahabatku ini masih bekerja di salah satu pabrik roti yang cukup ternama  di surabaya. Cerpen ini nantinya kurang lebih bercerita tentang  pergulatan dunia lesbian yang cukup menjamur di kota pahlawan tersebut. Sebelum bikin cerpen ini pastinya aku udah dengerin ceritanya langsung dong dari sahabatku. Pas ngedengerin ceritanya aja geleng2 dan ngerasa speechless sendiri. Tapi yang pasti cerpen ini nantinya juga bikin kita sadar bahwa untuk hidup di dunia ini kita bener2 nggak bisa egois. apalagi kalo kita uda nginjekin kaki di kota2 besar kayak surabaya,jakarta yang pergaulannyaaaaa hmmmm nggak bisa dijelasinlah. Buat aku sendiri juga bikin aku ikut tenggelam di dalamnya gimana kita orang yang sebelumnya benar2 awam akan dunia2 LGBT yang sekarang lagi rame banget diomongin di luar sana bahkan bisa hidup berdampingan dan begitu dekat dengan orang2 seperti mereka. Dont miss it.

Senin, 04 Januari 2016

PULANG


Hampir 20 tahun sudah menjadi salah satu makhluk Tuhan yang ikut menghirup oksigen di bumi ini secara cuma-cuma. namun angka memang hanya seonggok angka yang seringkali tidak bermakna. ada yang bilang, bahwa kedewasaan seseorang tidak bisa hanya diukur dari usia. aku mengiyakan hal itu. angka 20 harusnya bisa mendewasakanku. namun, aku menyadari seiring aku berusaha untuk menjadi dewasa justru aku merasa kehilangan diriku sendiri. aku lelah, aku tidak ingin untuk yang kedua kalinya lagi berputar menjadi sesuatu yang bukan diriku. naif memang. tapi aku bahagia bisa menjadi seperti itu, karena aku tak perlu berpura-pura dan menggunakan topeng tebal untuk menutup siapa diriku.
Dan untuk sebuah nama yang aku yakini belum berganti hingga detik ini. mungkin saat ini waktu hanya sedang mengajakmu jalan-jalan. dan pada akhirnya kamu akan lelah dan memilih untuk kembali pada yang asli, tanpa pura-pura, tanpa kepalsuan, tanpa kemunafikan. berjalan ke sebuah tempat dimana kamu seharusnya pulang.
Aku.