Senin, 29 Juni 2015

NAIF

   Rasanya baru subuh kemarin aku mengatakan pada diriku, bahwa aku masih menempatkanmu dengan sepantas-pantasnya di sebuah temapat yang aku anggap indah. Barangkali seharusnya aku tidak perlu melihat segalanya. Gadis manis dengan anugrah kecerdasan yang luar biasa di seberang sana yang entah bagaimana caranya bisa membuatmu mati kutu. Dengan begitu, apa lagi-lagi aku harus menyudahi segalanya?
setelahnya memang aku pernah berkata bahwa sebagai pengangum rahasiamu aku tak perlu dirahasiakan lagi.
   Aku ingin bertanya, apa yang barangkali lebih menguatkan melebihi doa? adakah yang lebih bisa menyembunyikan tetesan air mata selain menangis bersama hujan? adakah yang lebih konyol dari sekedar pengagum yang selalu mengintai segala hal tentang dirimu?. Aku mengerti, ini naif. Aku mengerti barangkali ini hanya sekedar bualan tak penting yang tidak perlu kamu baca atau bahkan siapapun. Allah, biarkan rasa ini tumbuh hanya sekedar sampai pada rasa kagum. Tidak kurang ataupun lebih.

Minggu, 28 Juni 2015

USANG YANG MASIH INDAH

Selamat pagi,,,,
Bahkan selepas subuh ini
Jangan khawatir ,
Aku masih menempatkanmu di tempat yang sepantas-pantasnya
Di dalam setiap doa yang Insya'Allah akan selalu ku rapalkan
Dan di dalam hati yang suatu hari nanti tidak lagi fana,
Hingga saat Tuhan bertakziah ke dalamnya,
IA akan melihat sosokmu masih begitu indah di sudut sana,




Madura, 26 juni 2015


Senin, 15 Juni 2015

Yang Tertunda


The Last Sunset
“Kesempatan Itu Selalu Ada”



A Novel By Novie Fajar

Just bla bla bla.....

  Rasanya semalam sebelum beranjak terlelap, masih banyak hal yang mengganjal dalam hati. Ada ribuan tanda tanya besar yang tiba-tiba saja muncul  dan berputar dalam kepalaku seperti suara nyamuk yang berdengung di telingaku. Mengganggu. 
   
  Bingung, apa yang harus ditulis untuk saat ini. Rasanya otakku masih belum begitu stabil. SKAKMAT rasanya kayak kena gaplok. Entah itu sindiran atau semacam bualan tidak penting. ada rasa seneng, kesel, sekaligus canggung. Ah entahlah. Apapun itu, siapapun kamu, kenapa semuanya terasa begitu mengganggu.

   Ada rasa takut yang tiba-tiba saja muncul. Aku tidak ingin untuk yang kedua kalinya lagi. Sebuah nama yang terkadang selalu aku harapkan itu tidak pernah lagi muncul di layar ponselku, tidak lagi bisa ku nikmati kicauannya di dunia maya, atau tidak di mana-mana. Pagi ini sarapanku kembali roti lapis seperti saat masih kecil dulu. Bekerku kembali berdering tepat waktu. Beberapa hari ini, rutinitasku kembali sama semenjak berbulan-bulan aku berada di tempat yang berbeda.Namun rasanya aku bukan lagi manusia yang sama. Ada kekosongan yang tak bisa kujelaskan. Aku berfungsi, tapi sebagian diriku seperti bermutasi menjadi zombie.

    Rasanya aku tahu penyebabnya apa. Kenapa hal yang sama harus aku alami untuk yang kedua kalinya. Enggan rasanya. Aku bersumpah ini tidak lebih dari sekedar rasa kagum yang entah datangnya dari mana?. Aku rasa ini hal yang biasa. Tapi segalanya berubah terasa begitu rumit hanya karena beberapa baris kalimat saja. Mulai sekarang aku hanya ingin belajar membiasakan otakku untuk tidak lagi berpikir terlalu keras untuk hal sepele seperti itu. 
         
       selamat pagi ...................