Rasanya baru subuh kemarin aku mengatakan pada diriku, bahwa aku
masih menempatkanmu dengan sepantas-pantasnya di sebuah temapat yang aku
anggap indah. Barangkali seharusnya aku tidak perlu melihat segalanya.
Gadis manis dengan anugrah kecerdasan yang luar biasa di seberang sana
yang entah bagaimana caranya bisa membuatmu mati kutu. Dengan begitu,
apa lagi-lagi aku harus menyudahi segalanya?
setelahnya memang aku pernah berkata bahwa sebagai pengangum rahasiamu aku tak perlu dirahasiakan lagi.
Aku ingin bertanya, apa yang barangkali lebih menguatkan melebihi doa? adakah
yang lebih bisa menyembunyikan tetesan air mata selain menangis bersama
hujan? adakah yang lebih konyol dari sekedar pengagum yang selalu
mengintai segala hal tentang dirimu?. Aku mengerti, ini naif. Aku
mengerti barangkali ini hanya sekedar bualan tak penting yang tidak
perlu kamu baca atau bahkan siapapun. Allah, biarkan rasa ini tumbuh
hanya sekedar sampai pada rasa kagum. Tidak kurang ataupun lebih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar